fbpx

Panduan Facebook Campaign Budget Optimisation (CBO)

P

Ada yang akan berubah di Facebook Ads.

Efektif per September 2019 mendatang, Facebook akan memberlakukan skema Campaign Budget Optimisation (CBO) di platform periklanan yang mereka miliki secara menyeluruh.

Note: Jadwal penerapan CBO secara resmi diundur hingga Februari 2020.

Pada posting kali ini, saya akan memberikan informasi, insight, penjelasan, serta panduan ringkas seputar CBO supaya Anda dapat segera beradaptasi dan memperoleh benefit dari update tersebut.

Mari kita mulai.

Facebook Campaign Budget Optimisation bukan barang baru.

Saya mendapatkan info ini pertama kali sudah sejak tahun lalu dari banyak rilis berita seputar Facebook Ads di jagat maya.

Facebook bahkan telah mengumumkan fitur ini sejak November 2017 melalui web resminya: https://www.facebook.com/business/news/introducing-an-easier-way-to-maximize-campaign-results

Tapi berhubung semua iklan baik-baik saja, saya pun cuek bebek dan belum aware sampai akhirnya Facebook sendiri mengirimkan email pada awal bulan Maret 2019 lalu. Seharusnya sebagai advertiser, Anda juga mendapatkan email seperti ini:

 

The Structure of Ads

Seperti yang kita sama-sama tahu, ada 3 level pengaturan pada iklan di Facebook, yaitu:

  • Campaign
  • Ad set
  • Ad

Selama ini, setelan budget di Facebook Ads secara default dilakukan di level “Ad set” (bersamaan dengan audience targeting, placement dan setting-setting penting lainnya) (No. 2).

Nah, dengan CBO, kita akan melakukan setup budget di level Campaign untuk seluruh Ad set yang berada di dalam nya (No.1).

Darisini kita dapat menyimpulkan jika update CBO merupakan sesuatu yang wajib kita pahami secara seksama karena nantinya akan merubah cara kita menaruh budget di ads.

Namun satu hal penting, sebelum buru-buru curiga, selalu ingat jika update skema CBO ini (dan update apa pun juga pada platform FB Ads) merupakan sesuatu yang positif bagi seluruh advertiser, menandakan perkembangan platform ke arah yang lebih baik dan cerdas, seperti yang dikatakan oleh Facebook sendiri:

Perubahan ini adalah bagian dari rencana besar kami untuk menolong Advertiser membelanjakan budget iklan dengan lebih efisien.

Ya.

Tentu selama kita dapat beradaptasi dan memahami perkembangan yang ada.

The Style of Advertising & The CBO Scheme

Saya pribadi sebetulnya tidak terlalu terpengaruh dengan CBO.

Alasannya karena hampir seluruh iklan saya cuma memiliki 1 Ad set dalam 1 Campaign. Bahkan jika kebutuhannya untuk split testing, saya biasanya juga akan melakukannya dengan model campaign vs campaign (masing-masing tetap berisi 1 ad set saja).

Yeah, that’s my style.

Tapi sejak menerima email dari Facebook mengenai CBO, maka saya pun mulai merubah sedikit demi sedikit style beriklan tersebut diatas untuk menjajal update ini. Sebab bagaimana mungkin saya dapat melewatkan peluang bagus seperti ini:

Dari ilustrasi diatas, Anda dapat melihat jika dengan menggunakan CBO, yakni saat menyetel budget di level campaign dengan lebih dari 1 Ad set, maka budget akan dioptimasi secara otomatis oleh Facebook untuk setiap Ad set demi menghasilkan konversi yang lebih tinggi.

  • CBO akan mendistribusikan budget lebih besar pada Ad set dengan performa terbaik sehingga advertiser dapat memaksimalkan keuntungan dari sebuah campaign.

  • CBO berjalan secara otomatis dan sepanjang hari. Ini meminimalisir advertiser untuk merubah budget setiap saat di Ad Set yang tak hanya menyita waktu melainkan juga bisa menjadi aktivitas yang kadang jadi bumerang, yakni saat kita terlalu tergesa-gesa mematikan iklan / menurunkan budget pada Ad Set yang baru mau panas.

The Facebook Campaign Budget Optimisation (CBO)

Untuk mulai menggunakan CBO,  Anda dapat menghidupkan opsi “Budget Optimization”, kemudian memasukkan budget yang diinginkan, baik itu “daily budget” maupun “lifetime budget” sesuai dengan keinginan dan kebutuhan kampanye Anda.

Setelah itu, setup Ad set di dalam campaign tersebut. Berikut beberapa catatannya:

  • Meski bisa digunakan untuk semua objectives, CBO paling baik digunakan pada objective Conversions.
  • Jumlah Ad set dalam campaign harus lebih dari 1. Idealnya 3 atau 4.
  • Setiap Ad set harus memiliki targeting yang berbeda, tetapi jangan yang sama sekali tidak berhubungan. Contoh yang ideal adalah dengan menggunakan LAA:
    • LAA 1%
    • LAA 1-2%
    • LAA 2-3%
    • LAA 3-4%
  • Setiap Ad set harus memiliki jumlah audience yang mirip, jangan jomplang. Dengan demikian, sebaiknya tidak menggabungkan retargeting dan reguler ads dalam campaign yang sama.
  • Intinya setiap Ad set harus apple to apple (setara), baik itu copy, targeting, layer, dst, supaya optimization dapat bekerja dengan baik.

Sama seperti strategi budget sebelumnya (di Ad set), diperlukan waktu dan spend tertentu bagi sebuah campaign yang running dengan CBO untuk mencapai performa terbaiknya atau terkonfirmasi jelek sehingga dapat kita stop.

Anda harus mulai dengan budget yang kecil terlebih dahulu sebelum meningkatkan budget ke angka yang lebih besar saat iklan sudah “panas” dan performanya meningkat.

Dari percobaan saya menggunakan CBO selama kurang lebih 2 minggu di beberapa campaign yang saya miliki, CBO memberikan hasil yang terbilang cukup menjanjikan.

CBO ternyata juga mampu merapikan banyak Ad set saya yang biasanya tersebar di banyak campaign hanya dalam sebuah campaign saja.

Dalam berbagai kasus, konversi CBO terlihat lebih baik dibandingkan campaign saya yang lain, terutama yang berjalan setiap hari secara evergreen.

Selain itu, saya pun menjadikan CBO sebagai salah satu cara baru untuk melakukan test audience.

Coba CBO Sekarang

Saya sangat menyarankan Anda untuk mulai menggunakan Campaign Budget Optimization pada campaign yang Anda miliki, tentu selama masuk dalam kriteria sebagaimana yang sudah diberikan diatas.

CBO memang bukan untuk semua jenis kampanye iklan, tetapi ini mungkin juga sekaligus pengingat bagi Anda yang hingga saat ini masih bermain ads hanya mengandalkan satu iklan dan satu targeting doang. Bahwa itu adalah cara yang keliru untuk beriklan. Lihat mindset dan artikel tentang FB Ads disini.

Ke depan, CBO akan memberikan perubahan cukup drastis di struktur periklanan di FB ads terutama saat kita tak lagi bisa memasukkan budget di level Ad set seperti yang bertahun-tahun lamanya sudah kita lakukan.

Namun demikian, CBO hanyalah satu bagian diantara serangkaian strategi Online Advertising secara utuh. Setiap advertiser, Anda dan saya, tetap saja harus membuat perencanaan iklan yang matang dengan melibatkan seluruh faktor yang bermain di dalamnya. Bukan mentang-mentang ada CBO, iklan yang dulu boncos karena tidak direncanakan dengan baik tetiba untung besar.

Sebab percayalah, se CBO apa pun itu, kalau mindset iklannya salah ya boncos nya tidak akan hilang.

 

telegram

Selamat mencoba,
RA

About the author

Rianto Astono

an author, book obsessive, writing enthusiast, associate, blogger. Internet marketer since 2004.

Get in touch

Please send your email directly to rianto@gaptex.com or follow me via social channels below:

Hi!

Mau dapat strategi marketing online terbaru?

Pasti mau!

Saya sudah jago

Pebisnis Online!

Dapatkan artikel seputar bisnis online langsung ke email Anda. GRATIS.

Masukkan Email Anda

Terima Kasih

Email Anda berhasil didaftarkan