fbpx

Apa itu SSL? (+Fungsinya bagi web & SEO)

A

SSL atau Secure Sockets Layer merupakan standar teknologi keamanan web untuk melindungi data dan keamanan dari setiap pengunjung. Ciri paling mudah untuk mengenali sebuah website yang dilengkapi oleh SSL adalah protokol HTTPS di url dan icon gembok berwarna hijau.

Lalu apa saja fungsi dan dampak dari SSL ini bagi sebuah web, terutama bagi SEO? Dan bagaimana cara melakukan setup SSL secara mudah dan gratis? Mari kita bahas bersama-sama.

Apa itu SSL?

SSL sebetulnya bukanlah barang baru di dunia per-website-an. Semenjak zaman dahulu, SSL sudah digunakan oleh banyak sekali website dan menjadi salah satu pertanda bagi website dimana kita dapat melakukan transaksi online secara aman. Sebab dalam mode ini, seluruh transmisi data antara web server dan browser akan dienkrispsi.

Sama seperti celingak-celinguk kanan-kiri dahulu sebelum menyeberang jalan, saya pun terbiasa melihat tanda gembok dulu sebelum memberanikan diri memasukkan data penting pada sebuah web seperti data kartu kredit dan sejenisnya.

SSL vs. NON SSL

Pada prinsipnya, SSL hanya dibutuhkan oleh website yang melibatkan lalu lintas data penting seperti ecommerce, layanan perbankan, email service, database based website atau yang menyerupai itu. Blog atau web informasi, showroom, etalase, portofolio yang bersifat satu arah tidaklah membutuhkan SSL.

Tetapi perhatian lebih pun kemudian tercurah kepada SSL ketika pada tahun 2014 lalu Google mengumumkan akan memberikan rank yang lebih baik pada website yang dilengkapi dengan SSL. Meski dikatakan hanya akan berdampak minor, tetap saja toh ada efeknya.

Maka tak heran apabila layanan domain dan webhosting pun beramai-ramai menjadikan SSL sebagai tagline penjualan serta addon layanan yang cukup sering dilirik sehingga membuat kita bertanya-tanya apa penting banget makhluk bernama SSL ini?

Bersamaan dengan itu pula, browser-browser paling populer menjadi lebih rajin memberikan penanda serta peringatan yang semakin jelas untuk setiap website yang terbuka.

Saya pun sempat kecolongan beberapa kali ketika melakukan migrasi website ke VPS dan harus kehilangan traffic akibat lupa memasang SSL. Usut punya usut, traffic yang masuk dari dari mesin pencari ternyata ditahan oleh browser dengan peringatan model begini:

Tentu saja mayoritas pengunjung yang datang akan segera mengurungkan niatnya karena: (1) takut (2) cemas (3) merasa tidak aman & terancam (4) bingung atau (5) tak tahu caranya melakukan add exception.

SSL Zaman Now

Pada contoh kasus saya diatas, terlihat jelas jika laman web saya yang terindex di Google adalah yg jenisnya HTTPS. Dan memang begitulah yang cenderung terjadi: jika ada, Google lebih suka mengindex laman HTTPS ketimbang HTTP dan memunculkannya di SERP.

Beruntung, cPanel yang jamak digunakan oleh para pemilik website/blog biasanya telah dilengkapi dengan layanan SSL bernama autoSSL yang secara otomatis memberikan certificate dan memperbaruinya setiap 3 bulan. Dengan fakta ini, sebetulnya para pengguna cPanel tidak harus berpusing-pusing memikirkan SSL, kecuali:

(1) Ingin melakukan migrasi ke VPS atau hosting lain yang tidak menyediakan fitur autoSSL, atau
(2) Ingin membuat website/blog menjadi 100% SSL

Cara cek SSL

Mudah saja. Cobalah akses web/blog Anda dengan protocol https://namaweb.com. Apabila website muncul dengan lancar tanpa peringatan sama sekali, itu berarti web Anda sudah dilengkapi dengan SSL.

Hanya saja, biasanya autoSSL tidak melindungi seluruh elemen dalam web sehingga icon gembok belum muncul dan digantikan dengan tanda (i):

Jika itu terjadi, pada hakikatnya tak ada sesuatu hal pun yang harus Anda lakukan. Tetapi apabila ingin memunculkan gembok sekalian, maka Anda yang menggunakan wordpress dapat menginstall plugins bernama Really Simple SSL .

Cara menggunakannya tak perlu pakai otak. Cukup install, aktivasi dan pencet pilihan “Go ahead, activate SSL“:

Setelah itu, weg/blog Anda akan secara otomatis menggunakan HTTPS dengan simbol gembok hijau.

Cara Setup Manual SSL

Apabila layanan hosting yang Anda gunakan tidak mendukung autoSSL dengan peringatan yang muncul ketika diakses via HTTPS, maka Anda perlu untuk melakukan setup SSL secara manual agar web memiliki SSL.

Kecuali website Anda bukanlah blog biasa yang membutuhkan tingkat keamanan super tinggi, tak perlu buru-buru membeli SSL premium yang cukup mahal harganya karena Anda selalu dapat melakukan setup SSL gratis secara mudah.

Setidaknya ada 2 cara paling mudah yang dapat Anda lakukan:

1. Gunakan layanan https://www.sslforfree.com. Alih-alih menggunakan Letsencrypt secara langsung yang memusingkan, sslforfree memungkinkan kita membuat SSL juga dari Letsencrypt (non profit CA) secara lebih gampang. Cukup baca dan ikuti instruksinya dan jebret SSL Anda sudah terpasang.

2. Jika cara diatas masih terlalu sulit untuk dilakukan, Anda dapat menggunakan Cloudflare. Untuk layanan yang satu ini, SSL merupakan nilai tambah dari fitur utama CDN yang membuat website menjadi lebih wuzz-wuzz serta menghemat bandwith. Cukup gunakan free plan untuk seluruh website yang Anda miliki. Silahkan kunjungi CloudFlare.

SSL untuk SEO

Sekarang Anda pasti bertanya, sebetulnya seberapa besar sih dampak SSL bagi SEO sehingga harus capek-capek memeriksa, membuat dan menggunakannya? Jawabannya sangat relatif berdasarkan faktor-faktor berikut:

– HTTPS dikatakan memberikan dampak minor bagi SERP.
– Hampir seluruh high authority website, baik yang transactional maupun non-transactional sudah melengkapi website mereka dengan SSL.
– Google lebih suka mengindex laman HTTPS (jika tersedia).
– Tingkat keamanan dan peringatan browser semakin tinggi dari hari ke hari.
– Silahkan putuskan dan simpulkan sendiri.

Catatan tambahan

– Pada dasarnya, jika akses HTTPS di web Anda sudah bisa dilakukan, maka tidak ada masalah berarti yang harus dipusingkan. Tinggal pilih, mau full SSL atau dibiarkan begitu saja.
– Migrasi ke SSL (dari HTTP ke HTTPS) seharusnya tidak akan berdampak pada penurunan traffic, kecuali secara temporer pada data histats karena membutuhkan waktu propagasi.
– SSL mungkin akan sangat penting untuk website yang akan digunakan dalam jangka waktu yang lama.

UPDATE JUNI 2018: Ingak ingak! Pada bulan Juli 2018 ini, Chrome, browser dengan pengguna paling banyak di dunia akan merilis Chrome 68. Pada versi ini, Chrome akan menandai semua HTTP sites sebagai “not secure” alias “tidak aman”. Kebijakan ini cenderung akan juga diikuti oleh browser lainnya. Jadi, luangkanlah waktu untuk mengupdate blog Anda menjadi HTTPS as soon as possible.

 

telegram

Semoga bermanfaat,
RA

About the author

Rianto Astono

an author, book obsessive, writing enthusiast, associate, blogger. Internet marketer since 2004.

Get in touch

Please send your email directly to rianto@gaptex.com or follow me via social channels below:

Hi!

Mau dapat strategi marketing online terbaru?

Pasti mau!

Saya sudah jago

Pebisnis Online!

Dapatkan artikel seputar bisnis online langsung ke email Anda. GRATIS.

Masukkan Email Anda

Terima Kasih

Email Anda berhasil didaftarkan