Jangan Sibuk

Kita mungkin sering begini:

Kelewat sibuk mengerjakan hal yang tak kita mau, membeli barang yang tak kita butuh, berdandan yang tak perlu–seringkali dengan uang yang tak kita punya–hanya demi membahagiakan atau menarik perhatian orang-orang yang bahkan tak kita suka.

Kita sibuk berkata “ya”, berujar “oke”, berteriak “siap” pada hal-hal yang kebanyakan tak memberikan nilai dalam hidup kita.

Kita sibuk supaya terlihat sibuk untuk pada akhirnya sibuk memberitahu orang tentang betapa sibuknya kita.

Dan menganggap itu keren.

Hufft.

Padahal sibuk (dan sok sibuk) adalah kebiasaan orang-orang yang lemah. Sekaligus pertanda bahwa betapa tidak produktif dan tidak efisiennya kita bekerja.

Mari simak catatan selengkapnya.
.

= Disclaimer =

βž– Harap luangkan waktu karena catatan ini cukup panjang.
βž– Silahkan membaca tulisan ini secara perlahan dan menyeluruh supaya tidak salah kaprah terhadap judul dan konten yang berada di dalamnya.
βž– Anda dapat menjadikan catatan ini sebagai rujukan, hanya selama masuk akal dan cocok bagi bisnis dan diri Anda.
βž– Silahkan save atau share supaya tidak hilang, dapat dibaca kembali dan bisa bermanfaat bagi teman2 yang lain.

.
.
πŸ’₯ Prioritas pertama: Anda.

Saat bepergian naik pesawat bersama anak atau orang tersayang, coba dengarkan pesan yang diberikan oleh awak kabin: β€œBila tekanan udara di kabin berkurang secara tiba-tiba, masker oksigen akan keluar dari tempatnya…. Bagi penumpang yang membawa anak harus memasang masker oksigennya terlebih dahulu barulah menolong anaknya.”

Terdengar egois memang. Tapi coba pikir kembali.

πŸ‘‰ Kamu tidak bisa menolong orang lain sebelum menolong dirimu sendiri.
πŸ‘‰ Kamu tidak bisa membahagiakan orang lain sebelum membahagiakan dirimu sendiri.
πŸ‘‰ Kamu tak bisa memimpin orang lain sebelum bisa memimpin dirimu sendiri.
πŸ‘‰ Kamu tidak bisa merubah orang lain sebelum merubah dirimu sendiri.

Sebab sesungguhnya kamu tidak akan begitu berguna bagi siapapun sampai kamu mengurus dirimu sendiri dengan baik.

Maka sebelum orang lain, prioritaskanlah diri Anda terlebih dahulu. Bahkan jika itu melibatkan orang yang paling Anda cintai. Tidak juga teman, apalagi cuma teman-temanan.

Berikut daftar yang dapat Anda lakukan saat memberikan ruang dan waktu bagi diri Anda sendiri:

➑ Tidur lebih nyenyak, setiap hari
➑ Bangun lebih pagi, setiap hari
➑ Olahraga & berlatih fisik, setiap hari
➑ Berdoa, setiap hari
➑ Meditasi, setiap hari
➑ Belajar, setiap hari
➑ Membaca, setiap hari
➑ Menulis, setiap hari
➑ Bermain dengan anak, dan melihat perkembangannya, setiap hari
➑ Kumpul dengan orang yang Anda cintai, setiap hari
➑ Makan bersama keluarga, setiap hari
➑ Menelpon ayah atau ibu, setiap hari

Jika ada banyak dari hal-hal diatas yang sudah lama tak Anda lakukan, mungkin itu jadi indikasi kalau Anda super sibuk, meski entah untuk apa.

Sebab kalau cuma sekedar sibuk, semut juga sibuk.

.
.

πŸ’₯ Sibuk vs Produktif

.
Namun alih-alih sibuk, jadilah produktif.

Perbedaan antara sibuk dan produktif bagaikan langit dan bumi.

Beberapa studi mengaitkan produktivitas dengan rutinitas di pagi hari, setiap hari, dimana orang super sibuk biasanya tak mampu melakukannya secara konsisten.

Benjamin Franklin berkata: β€œLebih awal tidur, lebih awal bangun membuat manusia jadi sehat, kaya dan bijaksana.” Simak catatan saya sebelumnya berjudul β€œJangan Rajin” yang membahas tentang ini secara mendetail.
.

Produktivitas merupakan tantangan besar di era teknologi yang penuh dengan distraksi dan segala aktivitas yang dibanggakan dan dipertontonkan melalui sosial media dimana sibuk kerap diidentikkan dengan kesuksesan. Padahal tidak juga.
.

Kalau tak percaya, simak daftar perbandingannya berikut ini:

πŸ‘‰ Orang sibuk mengerjakan banyak hal sekaligus, orang produktif mengerjakan satu hingga selesai sebelum melanjutkan ke yang berikutnya.

πŸ‘‰ Orang sibuk seringkali tak punya waktu, orang produktif selalu punya waktu untuk hal yang penting dan berarti.

πŸ‘‰ Orang sibuk mengeluh tentang bagaimana sibuknya mereka, orang produktif diam dan menyelesaikan pekerjaan.

πŸ‘‰ Orang sibuk menyalahkan waktu, orang lain dan dirinya sendiri; orang produktif melakukan refleksi dan evaluasi sepanjang waktu.

πŸ‘‰ Orang sibuk mengatakan ya tanpa berpikir lama, orang produktif mengatakan ya setelah melewati banyak pertimbangan.

πŸ‘‰ Orang sibuk senang untuk terlihat sibuk, penting dan diperhitungkan; orang produktif hanya peduli dengan apa yang berhasil dicapainya.

πŸ‘‰ Orang sibuk punya segudang prioritas, orang produktif tahu apa saja yang harus jadi prioritas.

πŸ‘‰ Orang sibuk langsung mengerjakan sesuatu, orang produktif membuat perencanaan terlebih dahulu.

πŸ‘‰ Orang sibuk telat makan, telat tidur, telat piknik; orang produktif makan tepat waktu, tidur awal dan tak lupa piknik.

πŸ‘‰ Orang sibuk melewatkan hal-hal detail, orang produktif memperhatikan detail yang berharga.

πŸ‘‰ Orang sibuk fokus pada waktu yang dihabiskan, orang produktif fokus pada progress yang dikerjakan.

πŸ‘‰ Orang sibuk selalu saja terganggu, orang produktif membuat sistem agar mereka dapat bekerja tanpa gangguan.

πŸ‘‰ Orang sibuk pergi pagi pulang pagi hanya untuk mengais rezeki (padahal ga begitu amat juga kali), orang produktif tahu kapan saatnya break dan istirahat.

πŸ‘‰ Orang sibuk terus mengatakan bagaimana mereka dapat maju, orang produktif menunjukkan kemajuan tersebut.
.
.
.
Cara termudah agar menjadi produktif adalah belajar untuk mengatakan β€œtidak” karena Anda memang tidak pernah bisa mengerjakan semua hal dan tidak pernah dapat menyenangkan semua orang.

Dengan lebih sering berkata β€œtidak”, Anda akan mendapatkan kembali waktu yang berharga untuk melakukan hal yang lebih berarti; alih-alih melakukan hal yang tidak Anda suka, mengecewakan orang lain yang ujung-ujungnya berpotensi melukai diri Anda sendiri.

Maka ingat-ingatlah ini: lain kali, ketika Anda diminta orang lain meluangkan waktu untuk hal yang tak perlu, coba prioritaskan diri Anda sendiri terlebih dahulu. Sebab dalam berbagai konteks, kadang-kadang memang Anda harus mendahulukan tangan kiri dibanding yang kanan, saat yang pertama dapat Anda gunakan untuk alasan kebersihan, sementara yang lain cuma buat jabat-tangan dan basa-basi.

Bayangkan ada orang yang sibuk ngajak salaman, tapi dia belum cebok.

 

telegram

Semoga bermanfaat,
RA

Popular Posts

Post Terbaru

Kategori

Rianto Astono Written by: