Update Rekomendasi Investasi Kala Pandemi … 8 Bulan Kemudian

U


Jika Anda mengikuti konten saya sejak Maret-April 2020 lalu, maka Anda seharusnya sudah mendapatkan informasi tentang beberapa peluang saat menghadapi krisis yang ditimbulkan oleh pandemi. Salah satunya sebagai waktu tepat untuk membeli saham.

Berikut kutipan dari artikel yang saya post di blog ini, yang juga saya tautkan di video Youtube saya, pun saya repost kembali di Facebook saya :

Peluang Untuk Berinvestasi

Peluang lain yang saya lihat ada di bursa saham.

Setiap krisis, selalu ada “orang kaya baru” yang dilahirkan dari bursa saham. Jika Anda sudah mengikutinya sejak lama, Anda pasti tahu betapa “murahnya” harga saham sekarang.

Orang paling beruntung saat ini adalah mereka yang memegang cash. Silahkan lewatkan bagian ini apabila Anda tidak memegang cash.

Anda dapat mulai melihat pergerakan beberapa saham dari industri evergreen seperti Unilever, Ultrajaya, Indofood, Sidomuncul, dll (saat krisis orang tetap beli odol, shampo, rinso, indomie, susu dan tolak angin, kan?).

Atau Anda juga dapat mulai melihat saham lain yang undervalue (harga lebih murah dari yang seharusnya) seperti saham perbankan (BBNI, BBRI), telekomunikasi (TLKM, EXCL) atau saham komoditi lainnya seperti PGAS dan AUTO.

Jika pun Anda tidak bisa mengelolanya sendiri, Anda masih dapat mulai mengincar reksadana saham yang saat ini juga sedang anjlok. Beberapa produk yang saya rekomendasikan:

– Sucorinvest Equity Fund
– Batavia Dana Saham
– HPAM Ultima Ekuitas 1
– dst

Artikel dan video tersebut saya publish di tanggal 28 Maret 2020.

Hari ini, tanggal 25 November 2020, sekitar 8 bulan kemudian, mari kita coba intip perkembangannya.

Harga per 30 Maret 2020:

  • IHSG: 4414
  • Saham Unilever (UNVR): 6425
  • Saham Ultrajaya (ULTJ): 1350
  • Saham Indofood (ICBP): 9650
  • Saham Sidomuncul (SIDO): 522
  • Saham Bank BNI (BBNI): 3720
  • Saham Bank BRI (BBRI): 3010
  • Saham Telkom (TLKM): 3140
  • Saham Excel (EXCL): 1800
  • Saham PGAS: 730
  • Saham AUTO: 755

Berikut harga serta pertumbuhannya per 25 November 2020:

  • IHSG: 5679 –> +28,6%
  • Saham Unilever (UNVR): 7725 –> +20,2%
  • Saham Ultrajaya (ULTJ): 1650 –> +22,2%
  • Saham Indofood (ICBP): 10000 –> +3,6%
  • Saham Sidomuncul (SIDO): 800 –> +53,2%
  • Saham Bank BNI (BBNI): 6050 –> +62,6%
  • Saham Bank BRI (BBRI): 4320 –> +43,5%
  • Saham Telkom (TLKM): 3280 –> +4,4%
  • Saham Excel (EXCL): 2490 –> +38,3%
  • Saham PGAS: 1415 –> +93,8%
  • Saham AUTO: 1145 –> +51,6%

Ada pun untuk rekomendasi reksa dana, berikut datanya:

  • Sucorinvest Equity Fund: harga NAB per 30 Maret 2020 1531 menjadi 2168 per 25 November 2020 –> +41,6%
  • Batavia Dana Saham: harga NAB per 30 Maret 2020 42618 menjadi 56321 per 25 November 2020 –> +32,1%
  • HPAM Ultima Ekuitas 1: harga NAB per 30 Maret 2020 1486 menjadi 2075 per 25 November 2020 –> +39,6%

Hmm … lumayan kan. Daripada lumanyun :v

What’s Next?

Lalu apa rekomendasi selanjutnya.

Tentu saja, pergerakan saham saat ini tak lagi secepat apa yang terjadi dari periode Maret-November lalu sebab itu adalah peluang sekali setiap beberapa tahun sekali.

Tapi demi melihat IHSG yang masih jauh dari angka sebelum krisis (highest) di angka sekitar 6660, ada potensi penguatan yang terus terjadi dalam jangka panjang.

Berikut beberapa rekomendasi dan catatan yang dapat dijadikan referensi:

  • Bagi yang sudah berada di dalam market, tetap hold karena di bulan Desember ada window dressing yang cenderung membuat IHSG terus naik. Apabila ingin merealisasikan profit, lakukan itu di bulan Januari 2021.
  • Bagi investor jangka panjang, hold dan terus akumulasi saham sebagaimana biasanya dan tentukan plan investasi berdasarkan goalnya. Saya sendiri akan tetap keep sebagian saham saya hingga setidaknya 8 tahun ke depan yang rencananya akan digunakan untuk biaya kuliah anak saya di London. Anda dapat membuat perencanaan milik Anda sendiri.
  • Bagi yang ketinggalan, tak perlu kuatir, masih ada potensi untuk membeli saham saat ini karena harga masih akan terus naik, terlebih jika itu untuk investasi jangka panjang. Beberapa saham mungkin sudah overpriced untuk sekarang, namun beberapa yang lain masih baru akan memulai rally bullishnya.
  • Beberapa rekomendasinya adalah HRTA, LINK, TLKM, NISP, BJBR, UNVR dan BJTM.
  • Untuk reksa dana, Anda tetap dapat terus membeli secara rutin rekomendasi saya sebelumnya.

Dan jika Anda ingin membeli saham dan reksa dana dengan mudah dan cepat, Anda dapat menggunakan aplikasi Ajaib.

Link download aplikasi Ajaib, klik disini ➡️ https://go.onelink.me/ShqC/riantoastono

Gunakan kode referral “rianto” (tanpa tanda petik) pada saat melakukan registrasi untuk mendapatkan bonus reksa dana.

Disclaimer on: Segala rekomendasi dan analisa saham hanyalah bersifat memberi pandangan semata, dan saya tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul, keputusan Investasi ada di tangan masing-masing.

Jangan lupa join channel Telegram saya yang khusus membahas tentang investasi, klik disini.

Semoga bermanfaat!
RA

About the author

Rianto Astono

an author, book obsessive, writing enthusiast, associate, blogger. Internet marketer since 2004.

Get in touch

Please send your email directly to rianto@gaptex.com or follow me via social channels below:

Hi!

Mau dapat strategi marketing online terbaru?

Pasti mau!

Saya sudah jago

Pebisnis Online!

Dapatkan artikel seputar bisnis online langsung ke email Anda. GRATIS.

Masukkan Email Anda

Terima Kasih

Email Anda berhasil didaftarkan