fbpx

Instagram Marketing: Panduan dan Strategi Komplit untuk Bisnis Anda

I

Tentang Instagram, mari kita mulai dengan sebuah pengakuan: bahwa ia digunakan kelewat sering oleh pacar, istri, teman dan adik-adik kita lebih dari platform social media yang lain.

Di seluruh dunia, faktanya Instagram punya lebih dari 800 juta orang dengan kesibukan baru: berbagi foto, mulai dari menu makan malam hari ini, acara liburan keluarga hingga gambar selfie, baik yang pakai maupun yang tanpa gigi.

Tentu saja fenomena tersebut kemudian mengundang berbagai merek dan orang, produk dan layanan apa saja untuk melapangkan bisnis sebagai sumber traffic serta penghasilan baru nan gembur.

Lalu Anda pun bertanya: bagaimana saya juga dapat menggunakannya sebagai media pemasaran untuk mendukung bisnis yang saya miliki?

Selamat datang!

Di artikel ini, Anda akan menemukan jawaban atas berbagai pertanyaan seputar Instagram Marketing secara lengkap & mendetail:

  • Mengapa Anda harus memakai IG untuk bisnis Anda?
  • Bagaimana cara menggunakan IG untuk mendapatkan target audience yang diinginkan dengan memanfaatkan celah marketing serta karakteristik sistem pertemanan di Instagram?
  • Jenis akun apa yang harus dipilih beserta alasannya?
  • Bagaimana brand/selebgram/olshop/pebisnis menjalankan strategi marketing Instagram marketing secara organik tanpa menggunakan iklan berbayar dan bagaimana Anda pun dapat menirunya?
  • Apa saja tips marketing di Instagram yang ternyata mudah dilakukan tetapi berdampak luar biasa terhadap bisnis Anda?
  • Bagaimana mendapatkan traffic dari Instagram untuk benefit lainnya?
  • Tool atau software apa saja yang dapat membantu Anda untuk melakukan Instagram marketing secara lebih masif, efektif dan efisien?

Marketing di Instagram

Tidak jauh berbeda dengan sosmed pada umumnya, pemasaran di Instagram berlandas pada aktivitas yang sederhana, yaitu: mencari perhatian. Dalam hal ini, mencari perhatian target audience yang cocok dengan apa yang akan kita tawarkan.

Perhatian yang dimaksud dipicu oleh beragam faktor, beberapa yang terpenting, yakni: entitas (nama, logo), bahasa, lokasi, #hashtag, niche serta konten marketing.

Seluruh faktor tersebut memegang peranan penting tentang bagaimana orang dapat:

(1) menemukan kita di Instagram
(2) mengetahui apa yang kita tawarkan
(3) memiliki ketertarikan terhadap konten yang kita miliki
(4) kenal serta berinteraksi, dan
(5) melakukan transaksi.

Dan sudah barang pasti, Instagram punya karakteristik tersendiri yang berbeda dengan yang platform lainnya.

Paling dekat, mari coba kita bandingkan dengan sang kakak tua (bukan burung), yang notabene merupakan pemilik Instagram itu sendiri: Facebook.

Instagram vs Facebook

Facebook adalah platform sosial terbesar super lengkap yang ada di muka bumi. Sementara itu, Instagram hanya memperbolehkan pengguna untuk share konten berupa foto dan video dengan durasi terbatas.

Meski demikian, beberapa sumber data menyebutkan tatkala pertumbuhan pengguna Facebook mengalami stagnansi dengan engagement rate yang terus menurun, maka sebaliknya yang terjadi pada Instagram dengan pertumbuhan yang terus menanjak.

Dari sisi fungsi, fitur like dan comment di kedua platform ini memang tidak jauh berbeda, namun IG tidak memiliki opsi share seperti yang dimiliki Facebook. Sebagai ganti, pengguna kerap melakukan repost walau itu mengharuskan kita untuk menggunakan software pihak ketiga. Topik ini menarik dan akan kita bahas secara khusus.

Namun diantara sekian banyak perbedaan, ada 2 yang paling penting:

1. Tak seperti Facebook yang menuntut nama asli dimana akun dengan nama merek diarahkan untuk membuat pages (yang reachnya semakin memilukan), di IG kita bebas membuat akun menggunakan nama apa saja termasuk nama merek dan produk.
2. Sistem pertemanan follow unfollow yang selintas mirip Twitter namun berbeda jauh dengan Facebook.

Dan beruntung kita, sebab 2 hal itulah yang jadi celah marketing dan potensi terbesar yang dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh setiap marketer.

Tapi sebelum membahasnya lebih dalam, mari terlebih dahulu kita melihat insight dari strategi Instagram marketing.

Strategi Instagram Marketing

Secara garis besar, ada 2 jenis pemasaran yang dapat dilakukan di IG:

1. Organik (alami)
2. Berbayar via Facebook Ads

Sebagaimana yang tertulis pada poin-poin pertanyaan yang ada di awal, fokus kita kali ini adalah membahas Instagram Marketing menggunakan cara organik.

Alasannya: (1) kita akan memanfaatkan sistem pertemanan alami di IG untuk melakukan marketing dan (2) IG Ads jauh lebih kompleks sehingga menuntut ruang pembahasan yang lebih luas dan mindset yang berbeda.

Sebagai catatan, IG Ads menggunakan platform dan model yang mirip dengan Facebook Ads, Anda bisa menyimak artikel yang sudah saya tulis tentang itu secara lengkap disini.

Nah, jika Anda sudah jelas dengan model strategi Instagram marketing yang akan kita ulas, mari kita lanjut ke yang lebih seru.

Instagram Marketing Ala Caper

Seperti yang kita semua tahu, sistem pertemanan di Instagram diwujudkan dalam 3 aktivitas utama:

1. Follow dan unfollow
2. Like dan comment
3. DM (direct message)

Kabar baiknya, ketiga aktivitas tersebut diatas seluruhnya dapat digunakan untuk melakukan Instagram Marketing yang mampu menarik perhatian audience tertarget yang cocok dengan bisnis kita.

Sekarang bayangkan…

Suatu ketika Anda sedang mencari tiket pesawat di Instagram karena terkenal murah meriah.

Tentu, hal pertama yang Anda lakukan adalah mencarinya dengan memasukkan kata-kunci “tiket murah” di kolom pencarian IG dan segera menemukan banyak sekali akun yang menjual tiket.

Lalu Anda pun melihat-lihat sebentar akun yang berada di atas kemudian memilih satu atau beberapa yang terlihat cocok dengan yang Anda cari untuk di follow.

Tapi yang terjadi kemudian adalah …

Berselang beberapa menit atau jam, tetiba ada beberapa akun penjual tiket pesawat lain yang follow IG Anda.

Sebagai orang yang sedang mencari tiket pesawat, tentu saja akun-akun tersebut akan segera menarik perhatian Anda. Paling tidak dapat dijadikan opsi tambahan atau sarana untuk melakukan perbandingan. Bukan begitu?

Kemudian sembari Anda sibuk melihat-lihat sambil makan kacang, satu atau dua akun mulai like foto-foto di IG Anda, salah satunya foto saat Anda sedang pelesir ke Bali yang kebetulan dipenuhi dengan hashtag-hastag bernuansa liburan.

Oke, ini cukup menarik sehingga Anda pun melakukan folback akun tersebut.

Dan tak sampai 5 menit, DM lalu masuk.

Isinya: “Hi Kakak (nama Anda), terima kasih sudah follow IG kami ya. Kalau mau pesan tiket pesawat murah, kakak bisa klik link ini untuk chat dengan kami di WA. CS kami siap melayani 24 jam dengan garansi harga tiket termurah. Dijamin aman, kakak bisa cek testi kami di @akuntesti. Pembayaran kakak juga bisa dicicil via Tokopedia. Ditunggu ya kak :)”

.

Sebagian dari Anda barangkali pernah mengalami hal tersebut. Sisanya mungkin baru tahu.

Yang pasti, pemasaran dengan model “cari perhatian” di atas kertas maupun di dalam akal sangatlah efektif kalau tidak mau dikatakan ajaib.

Tapi yang lebih ajaib, sebentar lagi Anda juga akan dapat melakukannya untuk menumbuhkan bisnis apa pun yang Anda miliki melalui Instagram.

Maka mari ikut saya, kita masuk ke menu utama.

Bab 1 – Disclaimer & Mindset

Sebelum menuduh macam-macam, jika Anda berpikir belajar Instagram Marketing hanya akan membuat Anda tidak fokus atau sekedar ikut tren belaka, maka mari kita luruskan terlebih dahulu karena besar kemungkinan Anda keliru.

Sebaliknya, tren adalah sesuatu yang tak dapat dihindari dalam dunia online marketing yang memang harus senantiasa diikuti. Terlebih pada lingkup platform.

Maka beginilah poin-poin cara kita berpikir dan menyikapinya:

  • Instagram kita anggap sebagai sebuah traffic source, yang relatif baru namun paling hits. Ada 800 juta pengguna (diprediksi menebus 1 milyar tahun depan) dengan lebih dari separuhnya adalah pengguna aktif. Tak dapat dibantah, diantaranya merupakan target konsumen kita.
  • Konversi marketing di Instagram (terutama untuk jualan) secara umum sudah melampaui platform lain bahkan Facebook sekalipun. Tinggal pilih, mau jadi pelaku atau penonton.
  • Instagram marketing dapat digunakan untuk mendukung model bisnis yang kita jalani sekarang. Traffic-nya sudah pasti bisa dialihkan ke web, marketplace atau platform apa pun yang Anda inginkan. Saya sudah membuktikan sendiri betapa legit traffic IG untuk blog, sebagai social signal bagi SEO, kebutuhan list building, bahkan untuk digunakan pada affiliate dan CPA marketing.

Tapi kalau Anda masih tidak percaya dan menutup diri (atau bebal), maka kembalilah ke platform yang dulu begitu populer dan kini sudah mirip (atau jadi) kuburan, seperti: Mailing list (milis), FJB Kaskus, MySpace, Friendster, Tumblr, BBM, Yahoo Messenger dan lain sebagainya.

Mungkin bagi Anda, lebih mending sepi daripada diejek sebagai orang yang tak fokus.

Ya.

Terserahmu  :v

Bab 2 – Data & Fakta

Okelah.

Sampai disini Anda mungkin masih belum percaya betapa dahsyatnya melakukan Instagram Marketing.

Berikut beberapa data, jenis & fakta seputar Instagram Marketing yang bisa jadi referensi:

  • Brand: tak terhitung berapa banyak jumlah brand yang besar oleh strategi pemasaran Instagram, diantaranya:
    • Jam tangan DW (Danielle Wellington) dengan >4juta follower yang menyandarkan pemasaran melalui influencer di Instagram. Perusahaan ini bertumbuh sebesar 4695% dalam tiga tahun terakhir. Warbyaza.
    • Nike dengan >78.7 juta follower. Dimulai bertahun-tahun sebelumnya di Facebook, jumlah fans di Instagram ternyata lebih dari 2x lipat (31 juta fans di Facebook). Jangan tanya engagementnya, sebab di IG 3-4x lipat lebih bagus dibandingkan Facebook.
    • National Geographic dengan > 89 juta follower. Memiliki konten yang memang fokus pada foto, Natgeo menggunakan Instagram secara efektif dan efisien untuk meningkatkan engagement.
    • Vanilla Hijab dengan >1 juta follower. Brand hijab lokal yang sangat populer menggunakan Instagram yang trafficnya diarahkan menuju web penjualan yang mereka miliki (via link di bio). Tak jauh berbeda dengan hampir merek terkenal lainnya, penetrasi di IG jauh melampaui platform lainnya. Dalam kasus Vanilla Hijab, bahkan jumlahnya lebih dari 20x lipat sebab fans di laman Facebook mereka hanya berkisar di angka 50ribuan saja.
  • Person / Public Figure: dari Kim Kardashian hingga Awkarin, dari Dantdm hingga Atta Halilintar, dari para idol JKT48 hingga broadcaster unch-unch di Bigo Live, hampir seluruhnya menggunakan Instagram.
    • Tak perlu saya salin disini, silahkan Anda lihat sendiri berapa bayaran per post dari selebgram termahal di dunia. Simak sambil pikirkan mengapa orang mau membayar semahal itu jika itu tak memberi dampak apa-apa. Cek > https://inet.detik.com/cyberlife/d-3754855/10-selebriti-termahal-instagram-ada-yang-rp-7-miliar-sekali-posting
    • Selain melakukan endorse produk orang lain untuk memanfaatkan popularitasnya, seseorang juga dapat menggunakan IG untuk mendongkrak popularitasnya sendiri, menjual produknya sendiri atau digunakan untuk kebutuhan lain yang diinginkan.
  • Generic Account: jenis akun selain brand dan personal dikategorikan sebagai generic account. Beberapa yang paling populer:
    • Berita & informasi: ada banyak akun-akun berita seperti jktinfo, palembangterkini dan lain sebagainya. Saya merasakan sendiri betapa update dan cepatnya informasi yang dapat diperoleh dari akun ini ketimbang koran. Maka tak heran jika akun semacam ini dijadikan tempat memasang iklan karena reach nya yang luar biasa bagus.
    • Akun lucu-lucuan: humor, gosip, kata motivasi, foto-fotoan, dari pemandangan alam, kucing-kucingan, fashion hingga makanan. Saat ini, konten tersebut mengalami pertumbuhan paling tinggi di platform Instagram.
    • Akun jualan: selain menggunakan merek dan nama pribadi, ada banyak sekali akun yang digunakan untuk berjualan dengan menyasar kepada kata-kunci pencarian. Pada contoh kita di awal, penjual tiket pesawat kerap menggunakan akun dengan nama seperti: tiketmurah, jualtiketpesawat, tiketairasia, dsb.

Fakta & data lainnya:

  • Hootsuite: 22+ Instagram statistik, simak disini.
  • Sproutsocial: 18 Instagram statistik 2018, simak disini.
  • Brandwatch: 41 data statistik, simak disini.

Keseluruhannya memperkuat jika Instagram marketing memang punya posisi istimewa saat ini (dan mungkin hingga beberapa tahun ke depan).

Oke.

Bagus kalau Anda sudah mulai manggut-manggut.

Bab 3 – The Account

Sebelumnya, kita sudah membuat klasifikasi jenis account di Instagram yang seluruhnya diperbolehkan untuk kita pakai, yakni:

  • Brand
  • Personal
  • Generic

Anda dapat menggunakan jenis apa pun yang Anda inginkan sesuai kebutuhan, misal:

  • Jika Anda memiliki produk dan merek sendiri, Anda bisa menggunakan nama Brand. Sama halnya jika itu merupakan akun IG untuk mendapatkan traffic ke blog/website Anda, maka akun brand adalah yang paling cocok.
  • Jika kebutuhannya adalah untuk popularitas personal, memajang portofolio atau juga untuk berjualan, maka Anda bisa menggunakan nama pribadi di akun Anda.
  • Jika Anda punya kebutuhan lain, maka Anda bisa menggunakan akun Generic.

Hukum pertama dalam manajemen akun adalah gunakan 1 akun hanya untuk 1 kebutuhan. Jangan dicampur-aduk.

Alasannya supaya kita dapat menarget audience secara spesifik dan fokus menggiring traffic sebab hanya ada 1 kesempatan untuk meletakkan link di bio.

Ya. Betul. Kalau mau fokus sekarang saatnya ^_^

Hukum kedua adalah gunakan “business account” untuk kebutuhan bisnis. Sebagai informasi, saat ini Instagram menyediakan 2 tipe akun yang dapat dibuat: (1) personal dan (2) business.

Ada banyak kelebihan menggunakan akun bisnis dibandingkan personal, salah satu yang terpenting adalah kita dapat melihat data jangkauan guna mempelajari perilaku followers untuk analisa yang lebih dalam.

Cara merubah tipe akun adalah semudah pencet tombol “Switch to Business Account” lalu ikuti langkah berikutnya hingga selesai.

Perlu diketahui jika setiap aplikasi IG di smartphone memperbolehkan untuk login secara bersamaan untuk 5 buah account sehingga memiliki lebih dari 1 akun secara resmi memang boleh.

Dan itulah strategi Instagram marketing yang akan kita ulas di bagian selanjutnya: 1 akun untuk satu kebutuhan spesifik dan lebih dari 1 akun untuk mempromosikannya.

Bab 4 – The Prep

Di bagian ini, saya belum akan menjelaskan secara teknis bagaimana kita akan melakukan Instagram Marketing ala “caper” sebagaimana sudah kita singgung sebelumnya.

Mari terlebih dahulu kita lihat persiapan apa saja yang diperlukan dalam poin-poin:

– Pertama: tentukan dulu tujuan Instagram Marketing yang akan Anda lakukan.

Bisa apa saja, mulai dari berjualan, personal branding, sumber traffic menuju blog, list building, CPA & affiliate offer, dan lain sebagainya

– Kedua: tentukan target audience atau buyer persona-nya.

Setiap produk / layanan / goal / tujuan memiliki target konsumennya sendiri. Cara termudah untuk melakukan ini adalah melihat kompetitor atau orang yang punya kebutuhan yang mirip dengan kita. Tentu saja kompetitor ini kita cari melalui Instagram

– Ketiga: siapkan lander / landing page / CTA / traffic flow nya.

Strategi marketing butuh awal dan akhir. Pikirkan terlebih dahulu kemana dan bagaimana traffic akan Anda arahkan. Jika itu berjualan, siapkan halaman kontak di bio (bisa dibuat dengan KontakK.com). Jika itu traffic yang akan diarahkan ke web / landing page, siapkanlah itu sejak awal.

Satu hal yang paling penting untuk diingat: transaksi tak akan terjadi di kolom komentar Instagram. Kita perlu satu extra usaha untuk mengalihkan traffic menuju tempat dimana itu seharusnya. Ke web, shopping cart, chat wa atau seburuk-buruknya DM di Instagram

– Keempat: siapkan akun.

Seperti yang sudah ditegaskan sebelumnya, gunakan 1 akun untuk 1 kebutuhan spesifik. Jangan dicampur-aduk. Selain itu, kita membutuhkan minimal 1 akun yang lain untuk mempromosikan akun tersebut. Lebih banyak jumlahnya akan lebih baik.

Kombinasikan jenis akun, baik generic, brand maupun personal untuk mendapatkan audience tertarget yang lebih luas dan lebih banyak.

Contoh:

Akun A: jualan.
Akun B: testimoni.
Akun C: promosi.

Atau

Akun A: jualan.
Akun B: promosi.

Atau

Akun A: brand
Akun B: khusus promosi produk kategori x (misal: sepatu).
Akun C: khusus promosi produk kategori z (misal: hijab).

Dan seterusnya.

– Kelima: Siapkan konten.

Secara khusus akan diulas di bab 6

– Keenam: Siapkan tool dan mulai berpromosi.

Secara khusus akan diulas di bab 7.

Dalam strategi marketing ini, berikut yang akan kita lakukan terhadap target audience yang sudah kita tentukan:

  • Kita akan menarik perhatian dengan cara follow akun mereka.
  • Kita akan like status mereka.
  • Kita akan DM ketika mereka follback akun kita (welcome message).
  • Dengan tool yang akan kita ulas di bab 7, semua hal diatas dapat dilakukan 24 jam sehari, 7 hari seminggu secara otomatis.

Bab 5 – The Strategy

Sampai disini, Anda sudah tahu apa saja yang perlu Anda siapkan dan miliki sebelum melangkah lebih jauh, yakni:

  • Marketing goal (tujuan)
  • Target audience (kompetitor, buyer persona)
  • Lander (web, CTA, shopping cart, kontakk)
  • Akun IG

Oke. Jika sudah punya semuanya, jangan pula Anda buru-buru berlari.

Kunci utama dari strategi instagram marketing secara organik adalah: STAY SLOW & SABAR.

Namanya saja organik.

Dan beginilah fase permainan kita

– Fase 1- Persiapan: akun IG kita membutuhkan follower (beberapa puluh atau ratus) terlebih dahulu sebelum dapat mulai menjangkau audience secara efisien.

Dalam strategi ini kita akan melupakan jasa tambah follower yang diatas kertas tiada gunanya, karena: (1) relatif mahal, berkisar di Rp. 100-150rb per 1000 follower (2) punya reach rendah, kebanyakan akun palsu dan minim interaksi, boro-boro bertransaksi.

Untuk akun yang sama sekali baru tanpa follower dibutuhkan sekurangnya 1 bulan sebelum dapat mulai menjangkau audience secara efisien.

Pada tahap ini, kita akan menggunakan tool untuk meningkatkan audience.

Jika Anda sudah memiliki akun yang berumur lebih dari 1 bulan dan punya followers, maka Anda bisa mulai langsung menjangkau audience dengan menjalankan fase 2.

– Fase 2 – Psikologis : di fase ini, kita sudah punya akun yang berumur dan sedikit followers. Saatnya untuk membuat akun dan menumbuhkan jangkauan ke angka yang ideal.

Sebuah akun Instagram yang secara psikologis baik digunakan untuk marketing harus memenuhi standar sebagai berikut:

(1) rasio following dan follower minimum 50%, semakin besar angkanya semakin baik. Ini akan meningkatkan engagement dengan rasio follback yang lebih tinggi. Contoh: jika akun follow 1000, maka follower idealnya 2000, lebih banyak lebih baik.

Mengapa demikian? Sebab pengguna punya kecenderungan untuk follback akun yang followersnya lebih banyak dari followingnya. Ini membuat mereka lebih spesial dan tidak merasa di spam.

(2) Jumlah konten dan engagement yang berimbang. Tentang ini akan kita ulas di bab 6 tentang konten. Intinya adalah bagaimana menghadirkan konten serta meningkatkan engagement di Instagram.

Mengapa diperlukan? Coba bayangkan. Bagaimana reaksi kita dan apakah kita akan percaya ketika melihat sebuah akun yang punya (misal) 20k followers, tetapi setiap kali ia share konten yang like cuma 1 atau 2 orang?

Silahkan jawab sendiri.

– Fase 3 – Maintain & Grow: Setelah akun memiliki level psikologis yang baik, saatnya untuk menumbuhkannya. Seiring pertumbuhan akun, diatas kertas pertumbuhan interaksi, transaksi (dan klik) juga akan terjadi.

Pada tahap ini, kita akan melakukan evaluasi pada parameter-parameter yang dimasukkan ke dalam tool, diantaranya: kompetitor yang lebih, hashtag yang lebih spesifik, DM yang lebih powerful, konten yang lebih relevan dan lain sebagainya.

Dengan tool yang akan segera kita bahas, jumlah follower organik untuk setiap akun dapat bertambah sebanyak 200-1000++ setiap bulan.

Mengapa cuma segitu? Jawabannya: (1) supaya akun aman dan tidak disabled (2) karena ini follower asli, tertarget, yang bernafas, yang berinteraksi dan punya peluang besar untuk convert dalam skema marketing yang kita buat.

Bab 6 – The Content

Sebagaimana pada SEO, Copywriting atau model marketing lain secara umum, konten adalah “nyawa” dalam Instagram Marketing.

Fungsinya amat vital sehingga kita sekali tidak bisa mengabaikannya. Bayangkan sebuah toko yang sudah dipromosikan habis-habisan, tetapi ketika ada yang datang isinya mengecewakan atau malah kosong-melompong.

Berikut beberapa fungsi terpenting daripada konten:

  • Identitas

Dalam hal ini, konten merupakan tanda pengenal, pembeda sekaligus filter bagi mereka yang melihatnya. Konten memperlihatkan apa solusi atau informasi yang kita tawarkan, apa bedanya punya kita dengan milik orang lain dan seketika menghilangkan atensi dari mereka yang nyasar atau yang tidak berkepentingan.

  • Bujukan

Konten yang baik dapat merubah mereka yang cuek jadi lebih perhatian, yang butuh jadi punya urgensi, yang niat jadi termotivasi.

  • Ajakan

Konten mengandung ajakan (CTA), yaitu sebuah instruksi jelas tentang bagaimana pengunjung dapat memiliki apa yang Anda beri dan tawarkan bagi mereka.

  • Pengingat

Sebagian besar pengunjung membutuhkan waktu sebelum membuat keputusan. Sisanya punya sifat lupa yang akut parah. Update konten berperan penting dalam merubah cold menjadi warm traffic, warm menjadi hot traffic.

Di ranah Instagram, konten yang kita maksud adalah Foto dan Video. Tetapi jangan salah dulu, sebab caption (teks) juga punya andil penting untuk melakukan marketing.

Berikut 5 kesalahan pembuatan konten dalam Instagram Marketing beserta penjelasannya:

  • Tidak sesuai

Konten adalah penyebab utama bagi seseorang untuk memutuskan follow atau mengabaikan sebuah akun IG. Juga ketika memutuskan untuk tetap follow atau unfollow.

Spam konten yaitu dengan memposting foto / caption yang sama berkali-kali memperlihatkan keringnya kreativitas dalam marketing. Ini sudah pasti akan mengganggu orang yang melihatnya.

Anda membutuhkan konten yang fresh, persuasif dan menarik setiap saat. Dan inilah tugas utama dari setiap marketing sekaligus pembeda antara mereka yang sukses dan gagal dalam penjualan.

  • Tidak maksimal

Kualitas konten punya peran penting tatkala urusannya adalah untuk menarik perhatian. Pastikan foto yang Anda upload punya kualitas HD, berukuran standar Instagram (rekomendasi: 1080 pixels), terbaca (jika mengandung text) dan punya warna mencolok.

Selain itu, perlu diingat jika Instagram juga memperbolehkan Video / Story sehingga Anda dapat menggunakan seluruh channel tersebut untuk menjangkau lebih banyak lagi orang.

  • Tidak menggunakan #hashtag

Hashtag adalah hal yang sangat penting di Instagram.

Instagram tidak seperti Facebook.

Di Facebook, post di wall dapat kita share ke group atau page atau dibagikan oleh pengguna lainnya.

Beda dengan instagram.

Instagram tidak ada IG Group untuk kita share atau post konten kita. Jadi di sini lah pentingnya penggunaan HASHTAG #.

# membantu mengklasifikasi kategori konten.
# meningkatkan reach dan interaksi.
# memudahkan orang mencari konten kita.

Jadi untuk memperluas reach posting anda. Diperlukan # sebanyak mungkin. Semakin relevan, semakin detail, semakin baik. Tapi ingat, maksimum penggunaan # hanyalah sebanyak 30 saja.

Anda bisa menggunakan tool Hashtag generator yang banyak tersedia untuk menemukan atau mencari ide hashtag yang sesuai.

  • Tidak membubuhkan CTA

Anda punya dagangan kaos yang sangat keren. Keahlian fotografi Anda meski cuma pake hape tak kalah keren.

Maka Anda foto kaos tersebut, upload di IG, kasih hashtag 30 biji. Share.

Lalu berharap laris-manis?

No.

Tentu saja Anda membutuhkan CTA (call to action), yakni informasi sebening kristal (crystal-clear) tentang bagaimana orang dapat membelinya.

Beberapa model CTA yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan masing-masing:

– Untuk pemesanan, hubungi kami di … (by WA, phone)
– Info lebih lanjut, DM kami ya kakak…
– Cek bio untuk kontak…
– Klik link di bio untuk mengontak kami…
– Kunjungi web kami (link di bio)
– Dan lain sebagainya.

  • Tidak update

Upload kebanyakan atau jarang upload konten, keduanya sama-sama tidak direkomendasikan. Ingat, salah satu fungsi konten adalah sebagai pengingat. Danketika kita punya follower yang bertambah, saat itulah kita perlu untuk memberikan pengingat dengan posting konten yang fresh, menarik dan konsisten.

Jumlahnya bisa Anda atur sendiri. Paling tidak 1 konten per 2 hari sudah cukup ideal.

Sampai disini, seharusnya Anda sudah punya pengetahuan yang cukup tentang strategi konten di Instagram.

Pertanyaan yang muncul kemudian, lalu bagaimana cara untuk menghadirkan, membuat serta menemukan ide konten tersebut?

Jawabannya ada 2:

(1) gunakan kreativitas Anda untuk membuat konten sendiri atau (2) repost.

Repost

Jika ada fitur (yang bukan fitur) atau aktivitas (yang tidak disediakan cara resminya) yang sangat banyak dilakukan Instagrammers di seluruh dunia untuk menghadirkan konten di Instagram miliknya, maka jawabannya adalah: REPOST.

Analogi termudah dari repost adalah ketika kita memencet tombol share di Facebook. Sehingga tak heran jika ada banyak orang yang senang ketika konten miliknya di repost oleh orang lain. Dan meski tidak tersurat, seperti telah jadi kesepakatan apabila hukumnya repost adalah boleh selama konten tersebut public, disertai credit ke pemiliknya (atau boleh tanpa credit selama tidak diprotes oleh pemiliknya).

Tentu saja, keuntungan terbesar dari melakukan repost tak lain dan tak bukan:

Kita dapat menggunakan konten milik orang lain (repost) yang sesuai dengan kebutuhan kita. Dan jika akun kita berjumlah lebih dari 1, tentu ini akan sangat membantu.

Untuk memaksimalkan aktivitas repost ini, Anda dapat menggunakan sebuah tool keren yang punya fitur super komplit:

  • Bisa search konten berdasarkan keyword, hashtag, username
  • Bisa sort konten Instagram, dari yang paling banyak interaksinya.
  • Bisa repost konten dari situs-situs lain, seperti Google Image dan Pinterest yang banyak gambar-gambar kerennya.
  • Bisa copy original caption, masukkin related hashtag dan credit dengan beberapa klik saja.
  • Bisa untuk unlimited akun Instagram.
  • Bisa dioperasikan dari komputer / laptop.

Nama tool tersebut adalah Virol dan harus Anda miliki jika serius untuk melakukan Instagram Marketing.

Lihat fitur selengkapnya klik disini.

Bab 7 – Tools

Oke.

Kita masuk ke bab terakhir yang paling seru: bagaimana membuat otomatisasi marketing di Instagram, menarik perhatian, menambah followers, 24 jam sehari, 7 hari seminggu.

Saya tahu, setidaknya saya sudah menyebutkan 11x kata “tool” dalam artikel panjang Instagram Marketing ini sejak paragraph pertama posting sebelumnya. Tak heran jika Anda jadi penasaran.

Sayangnya, tak ada tool yang akan kita bahas meski judul bab ini begitu terang-benderang: Tools.

Sorry sorry sorry, jek.

Saya hanya tak mau Anda kecele.

  • Pakai tool keren-keren yang katanya serba otomatis tapi ternyata macet terus.
  • Install software bagus-bagus yang katanya super komplit tapi ternyata susah saat digunakan.
  • Tergiur script bot canggih-canggih yang katanya murah-meriah cuma bayar sekali tapi ternyata komputer Anda harus on melulu atau kudu sewa server yang harganya selangit.

Tapi begini.

Bagaimana kalau ternyata Anda bisa melakukan marketing otomatis di Instagram tanpa harus berpusing ria dengan tool, bahkan tanpa pakai tool sama sekali?

Dan bagaimana jika itu beneran ada, Anda serasa punya asisten pribadi yang bekerja 24 jam tanpa henti namun biayanya lebih murah dari traktir saya segelas es teh manis setiap hari?

Ah, mungkin itu yang selama ini Anda cari.

Ya sudah. Simsalabim.

Sekarang ada.

Kalau tak percaya, klik disini.

 

 

telegram

Semoga bermanfaat,
RA

About the author

Rianto Astono

an author, book obsessive, writing enthusiast, associate, blogger. Internet marketer since 2004.

Get in touch

Please send your email directly to rianto@gaptex.com or follow me via social channels below:

Hi!

Mau dapat strategi marketing online terbaru?

Pasti mau!

Saya sudah jago

Pebisnis Online!

Dapatkan artikel seputar bisnis online langsung ke email Anda. GRATIS.

Masukkan Email Anda

Terima Kasih

Email Anda berhasil didaftarkan