Cara Meningkatkan Email List 6x Lebih Cepat dengan teknik FITD

Iya. Saya tahu.

Udah tahun 2018, tapi kok masih aja ngomongin list building dan email marketing. Hufft. Bosen.

Masalahnya, sampai detik ini saya belum menemukan metode yang lebih efektif dan efisien dibandingkan ini (baca: 6 alasan tak terbantahkan melakukan email marketing.)

Sementara itu membangun daftar prospek, pembaca, penikmat atau pelanggan ke dalam database merupakan hal terbaik yang dapat Anda lakukan dalam bisnis apa pun yang Anda jalani saat ini.

Sebab traffic saja tidak cukup.

Bayangkan Anda berlangganan air PAM tanpa memiliki tedmon untuk menampungnya supaya dapat digunakan kapan saja bahkan saat layanan sedang mati. Bayangkan Anda memiliki sekantong ikan segar tanpa memiliki kulkas untuk menyimpannya.

Ya.

Anda butuh cara untuk membangun database market Anda. List building. Dan email adalah yang terbaik.

Okela.

Sekarang Anda sudah punya blog / website, Anda punya konten sekaligus traffic, entah itu yang datang dari SEO atau iklan semacam Facebook Ads.

Maka cara termudah untuk mulai membangun list dari pengunjung agar mereka tak seperti hantu yang datang-baca-minggat dan tak pernah kembali adalah dengan menyelipkan sebuah optin form. Bisa dengan menyertakan lead magnet berupa bonus tertentu atau tawaran berlangganan artikel terbaru Anda.

Nah, salah satu model optin form yang saya rekomendasikan adalah yang berbentuk pop-up.

Pertanyaannya, Popup seperti apa yang sebaiknya digunakan?

Disinilah saya akan mengajak Anda berkenalan dengan teknik FITD.

FITD – foot-in-the-door, Apa itu?

Foot in the door adalah sebuah teknik dalam psikologi marketing yang berhubungan dengan respons manusia terhadap sesuatu. Pada prinsipnya, untuk membuat seseorang setuju dengan suatu permintaan yang besar dengan terlebih dahulu membuat mereka setuju dengan permintaan yang lebih kecil.

Cara kerja teknik ini adalah dengan mendapatkan persetujuan untuk permintaan yang kecil dan lalu secara perlahan mendapatkan persetujuan untuk permintaan yang lebih besar.

Tentu saja FITD diterapkan dengan sangat luas dalam lapangan yang berhubungan dengan perilaku sosial dalam masyarakat terutama yang berkaitan dengan respon, termasuk dalam penawaran marketing. Lebih jauh mengenai FITD. silahkan simak di artikel ini: https://riantoastono.com/foot-in-the-door/

Di dunia list building yang berhubungan dengan optin form, teknik FITD kita wujudkan dengan Two-Step Opt-In Form.

Two-Step Opt-In Form

Bagi Anda yang sudah menggunakan optin form sebelumnya, istilah Two-Step Opt-In Form mungkin terdengar cukup familiar. Tetapi mungkin hingga saat ini masih belum Anda gunakan dengan berbagai alasan.

Sama seperti saya. Dahulu.

Harapan saya, setelah membaca ini Anda akan mendapatkan pencerahan berdasarkan pengalaman nyata sehingga tak lagi menundanya.

Begini adalah gambar yang menjelaskan dengan mudah tentang apa itu Two-Step Opt-In Form dan perbedannya dengan 1-Step Opt-In Form:

Pada Two-Step Opt-In Form, ada 1 langkah tambahan yang diberikan kepada pengunjung sebelum memasukkan email dan nama mereka ke dalam form, yakni pilihan yes dan no.

Sekilas terlihat biasa saja, malah mungkin justru merepotkan orang untuk memasukkan email mereka, bukan?

Tapi Anda tak akan pernah tahu sampai mencobanya.

Dan beginilah hasil yang saya dapatkan setelah pengujian berbulan-bulan dengan beberapa test model:

Woh. Hasilnya >6x lipat atau 600%++ lebih bagus dibandingkan 1-Step Opt-In Form maupun Exit-Intent Form, yaitu form yang muncul ketika user hendak menutup halaman.

Fakta diatas membuktikan efektifitas teknik FITD dengan menambahkan satu langkah supaya pengunjung menyetujui hal yang sederhana, yakni memilih “yes” dan “no” sebelum menampilkan kolom yang meminta email.

Dan coba hitung sekali lagi, selisih ini bener-bener gede. Coba bandingkan:

  • Angka 20 dan 120.
  • 1 rumah dan 6 rumah.
  • 1 anak dan 6 anak.
  • 1 hari dan 1 minggu.

Rugi betul kan kalau diacuhkan..

Lalu bagaimana cara untuk membuat Two-Step Opt-In Form?

Ada banyak sekali tool yang dapat digunakan. Beberapa layanan email marketing pun ada yang menyediakannya. Beberapa yang bisa pilih diantaranya:

  • Convert Pro
  • Sumo
  • Instapage
  • Optinmonster
  • Thrive
  • dll

Sayang saya belum menemukan tool gratisan yang dapat digunakan. Sebagian besar layanan juga terbilang punya harga cukup premium.

Lalu apakah ada opsi pahe nya?

Ada.

Infonya akan saya berikan spesial khusus bagi member channel Telegram saya.

Makanya join ^_^

 

telegram

Regards,
RA

Recent Posts

Categories

Written by:

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 1 =