fbpx

Cara Pasang Iklan di Instagram: Panduan Lengkap 2019

C

Ketika akun Instagram Anda sudah diubah menjadi Bisnis Profile. Produk atau jasa dagangan sudah di upload. Layanan penjualan sudah disiapkan.

Maka tiba waktunya bagi Anda untuk beriklan.

Tujuannya? Tentu untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan keuntungan.

Pada posting kali ini, Anda dapat membaca panduan cara iklan di Instagram sebagai referensi terbaik.

Insight

Secara garis besar, ada 3 cara yang dapat ditempuh untuk melakukan promosi di Instagram, yakni:

1. Menggunakan jasa Influencer, untuk paid promote atau endorsement. Caranya dengan kontak langsung akun2 yang menawarkan paid promote atau selebgram, atau melalui jasa management (biasanya untuk artis terkenal) seperti lconic sister dll.

2. Menggunakan sistem bot, untuk marketing otomatis meliputi follow, unfollow, like, dm. Cara ini sudah hampir tak bisa lagi dilakukan karena sistem keamanan Instagram yang semakin ketat.

3. Menggunakan iklan, untuk percepatan bisnis dan scalling tanpa batas. Caranya dengan menggunakan iklan berbayar yang disediakan di Instagram melalui Facebook Ads.

Metode ketiga inilah yang akan secara spesifik kita bahas disini.

Review Instagram Ads

Instagram adalah platform sosial paling populer di dunia saat ini. Kita tahu itu.

Meski jumlah penggunanya masih kalah dari Facebook, pertumbuhan dan masa depan platform ini tak akan bisa lagi terbendung.

Ada 1 milyar pengguna aktif bulanan Instagram dimana 60% diantaranya merupakan milenials yang berusia di bawah 30 tahun.

Tidak heran jika lebih dari 2 juta perusahaan telah menggunakan Instagram Ads untuk beriklan, menjangkau lebih banyak orang, meningkatkan interaksi dan kepekaan terhadap produk dan pada akhirnya menigkatkan penjualan dan profit.

Dan tak jauh berbeda dengan platform periklanan online lainnya seperti Facebook Ads yang sudah populer duluan, beriklan di Instagram merupakan sesuatu yang inklusif yang dapat dilakukan oleh semua orang, setiap usaha, termasuk Anda dan saya, termasuk perusahaan milik Anda dan saya.

Namun demikian, juga sama dengan platform periklanan yang lain, dibutuhkan konsep, mindset dan pengetahuan yang cukup untuk dapat menggunakannya secara baik sehingga mendatangkan keuntungan alih-alih mengalami rugi dari biaya iklan yang besar pasak daripada tiang. Alias boncos.

Sebentar lagi saya akan menunjukkan caranya kepada Anda.

Persiapan

Sebagaimana yang sudah kita ketahui bersama: Instagram, sama seperti WhatsApp, merupakan platform yang dimiliki oleh Facebook.

Maka dari itu, sejatinya pembuatan kampanye iklan di Instagram dilakukan melalui platform Facebook Ads dengan prinsip-prinsip yang tak terlalu jauh berbeda. Jika sebelumnya Anda sudah menguasai Facebook Ads, maka seharusnya tak ada kendala yang berarti untuk membuat iklan di Instagram dengan menjadikannya sebagai salah satu placement yang dapat dipilih.

Secara khusus, Instagram memang menyediakan opsi untuk melakukan “promote” pada post yang kita miliki di akun IG milik kita (meski ini juga harus dihubungkan dengan Facebook Ads Account). Tapi mengingat betapa minimalis opsi yang disediakan apabila kita membuat iklan disana, maka saya merekomendasikan untuk membuat kampanye iklan dan marketing hanya melalui platform Facebook Ads yang lebih lengkap dan powerful.

Jadi hal pertama yang dibutuhkan untuk beriklan di Instagram adalah Facebook Ads account. Silahkan baca tutorialnya, beserta prinsip-prinsip utama beriklan menggunakan FB Ads yang sepenuhnya juga dapat Anda terapkan saat beriklan di Instagram, di artikel ini: belajar Facebook Ads.

Berikut harus Anda siapkan sebelum mulai beriklan:

  • Akun Instagram Bisnis. Silahkan upgrade secara gratis (jika belum). Baca informasi tentang bisnis profile disini.
  • Akun Facebook Ads yang terhubung dengan Instagram diatas.
  • Facebook Page yang juga terhubung dengan akun diatas.

Note: meski menggunakan Facebook Ads dan membuat page di Facebook, nantinya kita dapat untuk mengatur agar iklan hanya tampil di Instagram saja. Facebook Ads account adalah platform yang dipakai untuk mengelola iklan dan pages hanyalah sebagai persyaratan yang diperlukan.

Jika sudah jelas, silahkan dilanjut.

Tipe Instagram ads

Ada karakteristik yang berlainan antara Facebook dan Instagram, terutama menyangkut ads copy, yakni spesifikasi dan format materi iklan serta lokasi tampilnya iklan.

Jika di Facebook, iklan dapat tampil di:

  • Desktop (komputer)
  • Instant Article
  • Right colomn
  • Messenger

Di Instagram, iklan hanya dapat tampil di perangkat mobile, yaitu di Feed dan atau Story.

Secara umum, format iklan di Facebook dapat juga muncul di Instagram. Namun ada beberapa hal yang dapat Anda sesuaikan supaya iklan tampil lebih maksimal dalam platform ini.

Berikut beberapa tipe Instagram Ads:

  • Photo

Mayoritas konten yang ada di Instagram adalah foto. Dari sinilah sebetulnya ketenaran Instagram dimulai, sebab ia menjadi platform yang sangat serasi dengan kemajuan teknologi kamera di perangkat smartphone dan demam selfie di hampir seluruh masyarakat di dunia.

Dengan begitu, photo merupakan elemen penting jika Anda ingin beriklan di Instagram.

Ukuran yang direkomendasikan adalah yang square sebagaimana ukuran standar di IG 1080 x 1080 pixels.

Tentu saja Anda tetap dapat menggunakan ukuran standar image yang lebih umum yakni 1200 x 628 pixels.

 

  • Video

Selain photo, Instagram juga tak dapat dilepaskan dari video. Faktanya malah konten berbentuk video tampak semakin masif di timeline. Ini berarti kita juga dapat memanfaatkannya sebagai media iklan.

Berikut spesifikasi video ads yang direkomendasikan di Instagram:

Resolution: 600 x 315, Aspect ratio: 1:91:1, Max size/durasi: 4 GB dan 60 detik.

Carousel videoResolution: 600 x 600 or 1080 x 1080, Aspect ratio: 1:1 Max size/durasi: 4 GB dan 60 detik.

  • Carousel

Carousel merupakan format dimana sebuah post terdiri dari beberapa konten, baik itu berupa photo maupun video.

Biasanya format ini digunakan untuk menyempaikan serangkaian informasi produk dalam bentuk cerita atau sequence yang berkaitan satu sam lain. Dengan carousel, kita dapat menggunakan media yang lebih banyak sehingga juga dapat menyampaikan informasi yang lebih banyak kepada orang yang melihatnya.

  • Story

Satu-satunya jenis konten yang spesial di Instagram adalah STORY.

Kita tahu memang belakangan Facebook juga memiliki fitur story, namun sayangnya Facebook Story tidak berkembang dengan begitu baik.

Sebaliknya, Story merupakan konten yang sangat populer di Instagram. Ada lebih dari 300 juta pengguna Instagram yang melihat Story setiap hari. Dan jika Anda sering melakukannya, maka Anda pasti tahu iklan-iklan yang disisipkan di Story saat membukanya.

 

Pasang iklan di Instagram

Sampai disini, Anda sudah tahu apa saja yang dibutuhkan untuk mulai memasang iklan di Instagram.

Anda juga sudah tahu format iklan macam apa saja yang dapat digunakan.

Berikut checklist nya:

  • Akun sudah siap dan terhubung
  • Akun sudah aktif dengan saldo / kartu kredit yang valid sebagai alat pembayaran
  • Produk / jasa yang cocok dengan karakteristik pengguna Instagram
  • Konten yang sesuai
  • Ads copy yang ideal

Dan tebak apa yang berikutnya Anda perlukan?

Jawabannya adalah 99% mindset dan metode beriklan yang persis sama dengan Facebook Ads, meliputi:

  • Marketing Plan
  • Targeting
  • Testing
  • Budgeting

Berikut langkah-langkah kerjanya:

1. Tentukan buyer persona: siapa target pasar Anda?

Buat daftarnya: jenis kelamin, usia, pekerjaan, tempat tinggal, tingkat pendidikan, hobi, minat dan lain sebagainya. Semakin spesifik semakin baik.

Ingat: kita tidak bisa menjual produk milik kita ke semua orang. Broad audience adalah jenis yang paling buruk diantara target market yang dapat disasar.

2. Tentukan audience: bagaimana membuat audience Anda?

Jika sebelumnya Anda sudah memiliki custom audience, maka Anda dapat dengan mudah menggunakan list tersebut sebagai target. Jenis audience asset ini bisa bermacam-macam, mulai dari list email, nomor ponsel, facebook page engagement atau website custom audience yang dibangun menggunakan pixel.

Jika belum punya, maka Anda dapat menarget audience berdasarkan parameter psikografis dan demografis menggunakan Audience Network, tentu sembari membangun custom audience untuk kampanye marketing jangka panjang.

3. Tentukan ads copy: apa materi iklan Anda?

Siapkan materi iklan Anda. Ads copy dapat berupa photo, video maupun kombinasi keduanya. Selain itu, iklan juga membutuhkan copywriting yang baik untuk memicu klik dan engagement. Semakin tinggi engagement rate nya semakin murah biaya nya. Jika ingin belajar copywriting, Anda dapat membaca artikel lengkap tentang ini yang sudah saya tulis dalam 3 bagian, klik: belajar copywriting.

Perlu juga diingat jika Anda membutuhkan lebih dari 1 ads copy untuk kebutuhan split testing.

4. Tentukan landing page: kemana pengunjung akan diarahkan?

Setiap iklan akan diarahkan ke suatu laman tersendiri, bisa ke website, toko online, laman kontak, chat WA dan lain sebagainya.

Namun meski transaksi Anda, misalnya, berakhir di chat WA, pilihan terbaik tentu saja meletakkan tombol chat di sebuah landing page. Tentang betapa pentingnya landing page dalam sebuah kampanye marketing online, silahkan baca lebih lanjut disini.

5. Tentukan goal: apa target iklan Anda

Target dari sebuah iklan akan menentukan objective yang dipilih.

Jika goal Anda engagement, maka Anda dapat memilih CPE (engagement). Jika goal Anda adalah klik, maka Anda dapat memilih CTW (click to website). Jika goal Anda adalah views, maka Anda dapat memilih video views. Jika goal Anda adalah konversi, maka Anda dapat memilih WC (website conversion), dan seterusnya.

Anda dapat menjalankan lebih dari 1 objectives dengan kebutuhan yang berbeda namun saling berkoneksi satu sama lain. Ini dilakukan dalam rangka menaikkan temperatur audience guna meningkatkan konversi.

Misal:

Menjalankan engagement untuk memperkenalkan produk. Menjalankan ctw untuk memfilter orang-orang yang tertarik dan yang tidak tertarik dengan produk Anda. Menjalankan WC kepada engagers dan pengunjung website yang datang dalam rangka remarketing untuk menghasilkan konversi (leads atau sale).

6. Tentukan budget: berapa dana iklan Anda?

Anda harus memiliki strategi budgeting yang baik saat menjalankan kampanye berbayar. Salah menghitung dapat berakibat fatal.

Kesalahan paling umum adalah saat seorang advertiser menentukan budget yang pas-pasan dengan harapan dapat meraih keuntungan di hari pertama iklan berjalan.

Serius, ini mindset yang 100% keliru sebab setiap kampanye membutuhkan pre-budget dan pemanasan terlebih dahulu sebelum dapat memberikan keuntungan. Berhenti saat iklan baru mulai panas tentu saja kerugian yang teramat besar.

Untuk lebih memahami ini, silahkan baca tentang fase beriklan.

Fase Iklan:

Warming up: Pemanasan. Biasanya berlangsung hingga minggu pertama iklan berjalan. Fase ini berlaku untuk semua jenis objective dan ad set. Dan jika ada iklan yang diulang atau di duplicate, maka fase warming up akan diulang kembali.

Di fase ini, kita dapat mempelajari gambaran campaign secara umum yang tercermin dalam berbagai angka metriks, meliputi: apakah target audience sudah tepat, apakah ads copy sudah oke, apakah ads placement sudah mantap, dan lain sebagainya.

Fase ini biasanya cenderung tidak menguntungkan dan menguras biaya walau tidak terlalu signifikan sebab di fase ini Anda disarankan untuk spend hanya sekitar 20 hingga 100ribu saja per hari.

Meski demikian, bisa saja terjadi konversi di fase ini. Dan bila itu terjadi, besar kemungkinan kampanye sudah berada di jalan yang benar.

Testing: Setelah panas, iklan dapat di uji kembali untuk memvalidasi kecenderungannya. Di fase ini, kita akan mencoba beberapa variasi, yakni: ads copy, audience, landing page.

Tujuan dilakukan test adalah untuk menemukan ad set yang untung dan yang paling bagus dari semua ad yang ada. Fase ini terbilang cukup krusial untuk menentukan apakah kita akan rugi, balik modal, untung atau untung besar.

Tanpa melakukan fase ini, terdapat kemungkinan Anda untuk mengalami kondisi yang tidak saya sebutkan diatas: rugi besar.

Scaling: Setelah kita menemukan winning dan losing campaign yang biasanya akan muncul dalam beberapa minggu hingga bulan, maka selanjutnya kita akan mengatur anggaran yang diberikan terhadap sebuah kampanye.

Sebelumnya saya mengatakan jika terdapat kemungkinan rugi besar tanpa melakukan testing. Alasannya: tanpa melakukan testing, Anda tidak akan tahu mana campaign yang menguntungkan. Dan melakukan scaling up (baca: menambah budget) untuk iklan yang rugi, tentu saja akan memperbesar kerugian.

Hal sebaliknya berlaku: jika Anda menaikkan anggaran untuk iklan yang untung, maka besar kemungkinan untuk mendapatkan untung yang lebih besar.

Jadi secara umum, fungsi fase ini adalah untuk:

  • Mematikan iklan yang jelek (scale out),
  • Menurunkan atau mengoreksi anggaran untuk iklan yang kurang bagus dan
  • Menaikkan anggaran iklan yang bagus (scale up)

Maintaining: Fase terakhir adalah menjaga stabilitas iklan dengan melakukan monitoring secara berkala. Di fase ini, kita juga melakukan pengulangan seluruh fase diatas untuk menemukan kampanye-kampanye menguntungkan lainnya. Perlu diingat jika setiap campaign memiliki “golden time”- nya dan tak akan dapat bertahan untuk bagus selama-lamanya. Di fase inilah, kita mengatasi kejenuhan pada iklan dengan melakukan duplikasi, re warming up dan re test.

Langkah teknis pemasangan iklan di Instagram via Business Manager

Ya.

Saya bisa saja langsung menjelaskan bagian ini dari tadi supaya Anda dapat memasang iklan sekarang juga.

Tapi saya merasa perlu menjelaskan seluruh pola dan mindset diatas supaya Anda memahami terlebih dahulu prinsip beriklan sebelum mulai benar-benar menggunakannya. Ingat, tanpa memiliki pengetahuan yang mumpuni mengenai ini sudah pasti berujung pada kerugian.

Sebab beginilah aturan mainnya: Jika pasang iklan cuma modal pencet tombol boost doang, yang anak PAUD juga bisa dan bisa sukses besar, maka tak ada lagi orang miskin di dunia ini.

Note: Di bagian ini, kita akan melewatkan pemasangan iklan via tombol promote di Instagram karena (sebagaimana sudah disebutkan sebelumnya) cara ini tidak memiliki pilihan kampanye yang lengkap sehingga sangat tidak saya rekomendasikan untuk digunakan. Beneran, pasang iklan darisini cuma bakal ngabisin duit Anda saja.

Oke. Kalau sudah jelas, berikut langkah-langkah teknis memasang iklan di Instagram:

1. Buka Ads Manager, klik tombol buat iklan / create

2. Pilih objective iklan

Berikut objective yang disarankan:

  • Consideration: Traffic: untuk mendapatkan pengunjung ke landing page Anda. Sering disebut CTW.
  • Consideration: Engagement: untuk meningkatkan interaksi di iklan Anda. Sering disebut CPE.
  • Conversion: Conversions: untuk meningkatkan konversi. Pastikan Anda sudah set custom conversion dan pixel sebelum menggunakan objective ini. Sering disebut WC.
  • Video views, App Installs, Lead generation: gunakan sesuai dengan produk dan kebutuhan Anda.

Jika sudah, beri nama dan lanjutkan ke langkah berikutnya.

3. Setting Ad set

Di bagian ini, Anda akan memasukkan banyak hal, mulai dari audience, placement hingga budget dan schedule.

Di bagian ini pula Anda dapat memilih placement di Instagram supaya iklan muncul di Instagram. Untuk menampilkan iklan hanya di Instagram saja, Anda dapat mencentang kolom Instagram saja dan membiarkan yang lainnya tidak tercentang via menu edit placement:

4. Setting Iklan

Selanjutnya Anda akan membuat ads copy yaitu materi iklan yang akan dipromosikan.

Ada 2 cara yang dapat ditempuh:

  • Create Ad: Anda membuat iklan dengan mengupload gambar/video, menulis teks, menaruh links dan seterusnya.
  • Use Existing Post: Anda mengiklankan status photo / video yang sudah Anda post sebelumnya di akun Instagram Anda.

5. Konfirmasi

Langkah terakhir adalah mengonfirmasi seluruh pengaturan yang sudah Anda lakukan dan submit iklan tersebut.

Setiap iklan akan di review oleh Facebook sebelum dapat ditayangkan. Waktu yang diperlukan bervariasi antara 15 menit hingga 24 jam sebelum iklan benar-benar tayang di Instagram. Apabila iklan ditolak, Anda akan mendapatkan pemberitahuan beserta alasannya yang dapat Anda perbaiki untuk pemasangan berikutnya.

Beberapa alasan umum iklan tertolak, diantaranya:

  • Melanggar aturan Facebook Ads seperti konten illegal, gambar terlalu banyak mengandung huruf, produk terlarang, landing page bermasalah dan lain sebagainya.
  • Setup pembayaran belum sempurna atau salah memasukkan data.

Kesimpulan

Sampai disini, saya sudah menjelaskan garis besar cara untuk memasang iklan di Instagram, baik urusan mindset maupun teknis.

Dan tentu saja, masih banyak hal yang perlu untuk diulas lebih mendalam mengingat topik mengenai ini sungguh luas.

Tapi hal pertama yang harus Anda lakukan untuk belajar Instagram Ads adalah dengan mencobanya. Teori hanya akan disempurnakan oleh praktik. Dan karena pasang iklan di Instagram dapat dimulai hanya dengan puluhan ribu Rupiah saja, tak ada alasan untuk menundanya.

Maka cobalah.

 

telegram

Semoga bermanfaat,
RA

About the author

Rianto Astono

an author, book obsessive, writing enthusiast, associate, blogger. Internet marketer since 2004.

Get in touch

Please send your email directly to rianto@gaptex.com or follow me via social channels below:

Hi!

Mau dapat strategi marketing online terbaru?

Pasti mau!

Saya sudah jago

Pebisnis Online!

Dapatkan artikel seputar bisnis online langsung ke email Anda. GRATIS.

Masukkan Email Anda

Terima Kasih

Email Anda berhasil didaftarkan